Tips Menghadapi Gempa

MENU

Gempa bumi merupakan bencana alam paling merusak. Gempa pada umumnya terjadi di dekat pinggiran lempeng tektonik, tetapi bisa juga terjadi di mana saja. Bencana ini tidak bisa diprediksi, tetapi peluang Anda selamat akan jauh lebih besar jika Anda sudah mempersiapkan diri menghadapinya dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa bumi.

aid93663-v4-728px-Know-Naturally-when-an
Metode 1: Jika Anda di dalam BANGUNAN

 

1. Tenangkan diri. Berpeganganlah pada benda kukuh atau menunduk ke lantai agar tidak jatuh. Cobalah bersembunyi di bawah perabotan.

 

2. Menunduk, berlindung, dan berpegangan. Ini adalah standar nasional keselamatan dari gempa bumi. Saran lainnya adalah berada di sebelah perabotan yang kuat sehingga bila ada dinding ambruk, akan tercipta ruang untuk meringkuk tempat Anda bisa menyelamatkan diri.

 

 

3. Lindungi kepala dan leher Anda. Gunakan tangan dan lengan untuk melindungi area vital ini dari benda-benda yang berjatuhan.
Tubuh bagian atas Anda juga harus terlindungi karena bagian inilah yang menyangga leher dan kepala Anda.
Jika memiliki penyakit pernapasan, pastikan Anda melindungi kepala dengan kaus atau bandana, sampai semua puing dan debu mereda. Menghirup udara kotor tidak bagus untuk paru-paru Anda.

4. Jangan bergerak. Jika aman, tetaplah di tempat semula selama satu dua menit, sampai Anda yakin getarannya sudah reda.
Ingat, gempa susulan bisa terjadi kapan saja, dan mungkin terjadi setelah gempa besar. Kekuatan gempa susulan bisa hanya dirasakan oleh beberapa orang sampai menghancurkan seluruh kota. Gempa susulan ini bisa meruntuhkan bangunan yang retak, terutama bangunan-bangunan rapuh seperti rumah rakitan.

5. Tinggalkan gedung dengan pelan dan hati-hati. Seperti halnya dalam kebakaran, Anda dan keluarga dianjurkan untuk bertemu di lokasi aman dari gempa bumi yang telah ditentukan sebelumnya oleh keluarga Anda, seperti lapangan bisbol atau taman terdekat. Bantuan dari pemerintah akan tiba secepatnya.

6. Periksa rumah Anda untuk mencari apa pun yang mungkin kondisinya berbahaya. Misalnya, kaca retak, bau gas, atau peralatan listrik yang rusak.
Jangan menyalakan atau mematikan peralatan listrik. Menyalakan sakelar lampu saja bisa menimbulkan percikan, yang nantinya bisa membuat Anda kesetrum dan memicu kebakaran. Nyala apinya bisa jadi lebih berbahaya karena terjadi di dekat kabel listrik.

7. Periksa kerusakan di sekitar bangunan, kebocoran gas, bensin dan lain-lain yang menimbulkan ledakan.

T-Shirt of Kita Peduli
Indonesia

 

 

  • Tetap tenang, logam mobil akan melindungi Anda dan keluarga dari sebagian besar puing-puing dan benda jatuh.

Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah bila Anda berada di garasi atau tempat parkir bertingkat. Bila Anda berada di garasi, keluarlah dari mobil secepatnya, dan meringkuk di sebelah mobil. Logam mobil tidak akan melindungi Anda dari beton yang jatuh menimpanya. Bila Anda berada di tempat parkir bertingkat, keselamatan biasanya tergantung pada keberuntungan. Cara terbaik untuk memaksimalkan peluang keselamatan adalah dengan melakukan apa yang Anda lakukan bila di garasi – meringkuk di sebelah mobil.

  • Jangan buru-buru kembali ke rumah. Kebanyakan gempa bumi besar diikuti oleh gempa susulan, yang tidak boleh diremehkan.

Gempa susulan memiliki kekuatan meruntuhkan bangunan yang rusak setelah gempa utama.

  • Kekuatan gempa susulan bermacam-macam mulai dari yang paling kecil sampai berkekuatan sama dengan gempa utama itu sendiri. Gempa susulan ini bisa berlangsung selama 10 detik atau lebih lama dan bisa mengancam nyawa. Sayangnya, tidak ada cara mengetahui kapan gempa susulan akan terjadi. Jadi, tidak ada pilihan selain tetap waspada

3. Lanjutkan perjalanan dengan hati-hati setelah gempa berhenti. Hindari jalan raya, jembatan, atau turunan yang mungkin telah hancur akibat gempa bumi.

4. Tunggulah upaya penyelamatan dari kota setempat. Meski demikian, Anda tidak boleh menunggu lama di mobil untuk mendapatkan makanan, air minum, dan perbekalan.

Asset Tracking
Metode 2: Jika Anda di dalam Kendaraan

 

1. Berhentilah secepatnya di tempat aman terdekat dan tetaplah berada di dalam kendaraan. Hindari berhenti di dekat atau di bawah gedung, pohon, jalan layang, dan instalasi kabel. Semuanya bisa jatuh menimpa kendaraan Anda

 

2. Tetaplah duduk di mobil dan tunggulah sampai gempa bumi berakhir.

City Street
Metode 3: jika anda di luar ruangan

 

1. Menjauhlah dari gedung, lampu lalu lintas, kabel listrik, dan apa pun yang bisa ambruk. Pastikan juga Anda tidak berada di dekat sesar terbuka atau sinkhole. Banyak orang meninggal dunia setelah jatuh ke dalam lubang besar yang tiba-tiba muncul pada saat gempa bumi. Lubang ini bisa muncul di mana saja, termasuk di jalan raya atau taman.

 

 

2. Carilah perlindungan di dekat bukit atau di tempat terbuka. Jika Anda berada di dekat benda yang bisa jatuh menimpa Anda, pergilah ke tempat yang aman dari benda-benda tersebut. Jika bisa, carilah perlindungan di tempat yang terlindungi dari cuaca, tetapi pastikan Anda tidak berada di tempat yang rawan tertimpa batu dan tanah saat terjadi gempa susulan. Jangan berlindung di bawah jembatan, meskipun kukuh. Ada jembatan yang tahan gempa, tetapi tidak benar-benar aman karena papan dan lampu lalu lintas tetap bisa jatuh menimpa Anda.

3. Tunggulah sebentar setelah gempa pertama sebelum berpindah ke tempat lain. Sebaiknya lakukan ini karena gempa susulan tepat setelah gempa utama biasanya berkekuatan paling besar. Jika akhirnya Anda pergi, patuhi aturan keamanan di atas dan pastikan tidak ada reruntuhan menimpa Anda.